Pemuridan Keluarga

Ketika Ibu Maria Belajar Mengasuh dengan Kasih, Bukan Sekadar Aturan

Ketika Ibu Maria Belajar Mengasuh dengan Kasih, Bukan Sekadar Aturan

Sebagai ibu dari empat orang anak, Maria Magdalena selalu ingin anak-anaknya tumbuh dengan baik. Namun selama bertahun-tahun, keinginan itu membuatnya lebih banyak berfokus pada aturan dan kepatuhan.

Ketika anak-anak tidak mau mendengar atau mulai melawan, Maria merasa dirinya harus semakin tegas.

“Mereka tidak mau dengar, suka melawan. Tetapi saya sebagai orang tua memaksakan harus ikut aturan seperti begini, begitu.”

Dalam situasi tertentu, emosinya pun mudah terpancing. Saat anak rewel, marah, atau sulit diarahkan, Maria mengaku pernah merespons dengan kemarahan hingga memukul anak.

BACA JUGA: Sering Bentak Anak, Ibu Karisah Menangis Setelah Belajar Cara Parenting yang Benar

Saat itu, ia belum benar-benar memahami dampak dari cara tersebut. Baginya, selama anak sudah dinasihati, ditegur, atau bahkan diancam, mereka seharusnya mengerti dan mengikuti apa yang dikatakan orang tua.

Pandangan Maria mulai berubah ketika ia mengikuti The Parenting Project. Dari materi yang dipelajari, pelajaran tentang keteladanan orang tua dan “tangki emosi anak” paling membekas dalam dirinya. Melalui materi tersebut, Maria seperti diajak melihat kembali caranya membesarkan anak selama ini.

Ia menyadari bahwa dirinya memang sudah sering memberi nasihat dan arahan, tetapi belum selalu melakukannya dengan kasih yang sungguh-sungguh.

“Baru saya merasa, wow, selama ini ya saya lakukan tetapi rupanya tidak sepenuh hati. Tidak maksimal, sebatas hanya bicara, menasihati, tetapi tidak dengan tulus ikhlas, tidak dengan penuh kasih sayang.”

Maria juga mulai memahami bahwa pengalaman masa kecilnya ikut membentuk pola pengasuhan yang ia terapkan. Ia mengaku tidak banyak menerima pola pengasuhan dan kasih sayang seperti yang sekarang mulai dipahaminya.

Sejak itu, Maria mulai melakukan perubahan sederhana tetapi berarti. Ia belajar lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anaknya. Jika sebelumnya ia berbicara hanya ketika ada kebutuhan atau masalah, kini ia berusaha hadir dalam keseharian mereka.

“Saya lebih aktif komunikasi. Yang tadinya kalau ada perlunya saja baru bicara...”

Bahkan ketika salah satu anaknya tinggal jauh di Sulawesi untuk bersekolah, Maria tetap berusaha menjaga kedekatan melalui video call dan WhatsApp. Ia menanyakan apakah anaknya sudah makan, sedang melakukan apa, atau sudah pulang dari aktivitas.

Bersama suaminya, Maria juga mulai membangun mezbah doa keluarga. Mereka menyediakan waktu untuk berkumpul, berdoa, membicarakan firman Tuhan, dan belajar membuka komunikasi satu sama lain.

Perubahan itu juga terlihat dalam diri suaminya. Menurut Maria, suaminya yang sebelumnya lebih banyak diam mulai belajar lebih sabar, mau mendengar, lebih peka terhadap istrinya, dan mau bekerja sama dalam keluarga.

Maria menyadari bahwa perubahan pada anak-anak tidak terjadi seketika. Namun perlahan, ia mulai melihat hasilnya.

“Puji Tuhan ada perubahan di anak. Tidak terlalu memberontak, tidak terlalu menuntut banyak atau mendesak. Artinya dia memahami dan dia sudah mulai juga paham.”

Pergumulan keluarga mereka memang belum selesai. Maria masih menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang semakin besar. Namun kini, ia menjalani perannya sebagai orang tua dengan cara yang berbeda.

Baginya, menjadi orang tua bukan hanya tentang membuat anak menaati aturan, tetapi juga tentang hadir, mendengar, memberi teladan, membangun komunikasi, dan menunjukkan kasih melalui tindakan sehari-hari.

BACA JUGA: “Mama Juga Main Handphone,” Jawaban Anak Ini Jadi Teguran bagi Ibu Dian

Melalui The Parenting Project, Maria bukan hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang mengasuh anak. Ia juga mengalami proses perubahan yang perlahan memulihkan hubungan dalam keluarganya.

“Sangat bagus dan luar biasa... banyak keluarga yang dipulihkan.”

Jika Anda juga rindu keluarga Anda dipulihkan, mari menjadi bagian dari The Parenting Project — program yang akan membekali Anda untuk membangun keluarga yang lebih sehat dengan menjadikan Kristus sebagai pusat.

Informasi lebih lanjut: www.theparentingproject.id atau hubungi via WhatsApp di 0811-1011-6556. Kami percaya setiap keluarga layak mengalami pemulihan.