Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat belum sepenuhnya berakhir. Per 15 September 2026, penanganan di sejumlah wilayah mulai memasuki tahap pendinginan setelah titik api dilaporkan menurun. Namun, ancaman kabut asap dan munculnya kembali api masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan lahan gambut.
BACA JUGA: Hadapi Ancaman Bencana, OBI Perkuat Tim Tanggap Darurat Lewat Pelatihan Intensif
BPBD Kalimantan Barat menyebut sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian di antaranya Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Mempawah. Meski kebakaran di beberapa lokasi mulai terkendali, proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan bara yang tersimpan di bawah permukaan gambut benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Situasi ini membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Asap akibat karhutla hingga 20 September 2026. Operasi penanganan dan pendinginan masih dilakukan melalui tim darat maupun udara.
Di tengah kondisi tersebut, ada peluang hujan yang diharapkan dapat membantu proses pembasahan lahan. BMKG memperkirakan Kalimantan Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode 15 hingga 21 September 2026.
Meski demikian, kewaspadaan belum boleh menurun. Sekitar 81 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi atmosfer yang relatif kering juga diperkuat El NiƱo kategori sangat kuat. Pada 13 September 2026 saja, BMKG mencatat 627 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan.
OBI Siapkan Respons Darurat Selama 14 Hari
Melihat dampak karhutla dan kabut asap yang masih dirasakan masyarakat, Yayasan Obor Berkat Indonesia atau OBI menyiapkan respons tanggap darurat selama 14 hari di Kalimantan Barat.
Respons ini akan difokuskan untuk memberikan perlindungan kesehatan, bantuan langsung, serta edukasi kepada masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Sebanyak lebih dari 5.000 orang ditargetkan menerima perlindungan kesehatan melalui respons tersebut. OBI juga menyiapkan 200 box masker anak, 150 box masker dewasa, 500 paket bantuan, serta 200 unit oxycan.
Bantuan direncanakan menjangkau Pontianak, Ketapang, Bengkayang, dan Landak.
Selain mendistribusikan bantuan ke wilayah berisiko tinggi, tim akan melakukan skrining kesehatan dan pemantauan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Edukasi kesehatan juga akan diberikan dengan menyesuaikan kondisi kualitas udara harian.
Dalam pelaksanaannya, OBI akan berkoordinasi dengan pemerintah, gereja, serta relawan lokal agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
BACA JUGA: Warga Nagekeo Masih Takut Pulang, Obor Berkat Datang Bawa Bantuan
Masyarakat juga dapat mengambil bagian dalam membantu warga yang terdampak karhutla dan kabut asap di Kalimantan Barat.
Salurkan donasi melalui:
BCA 5220309292
a.n. Yayasan Obor Berkat Indonesia
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0818-900-043.
Di tengah proses pendinginan yang masih berlangsung, dukungan bersama menjadi sangat berarti agar masyarakat terdampak, terutama mereka yang paling rentan terhadap kabut asap, mendapatkan perlindungan dan pertolongan yang dibutuhkan.